<!--Can't find substitution for tag [blog.pagename]--> Tips Info Blog Cinta

Tips Info Blog Cinta: Training Di Perusahaan Media Massa (Koran)

Thursday, May 25, 2017

Training Di Perusahaan Media Massa (Koran)

Kalau postingan sebelumnya, mencari kerja, kalau sekarang sudah bekerja. Saatnya menceritakan pekerjaanku. Sombong? Mungkin lah. Kebiasaan mengganggur, jadi kalau dapat kerja langsung heboh sendiri. Saat ini aku sudah bekerja, namun masih training statusnya. Di salah satu perusahaan media massa (koran). Atau dikenal dengan nama jurnalisme. Kembali ke dunia masa lalu.



Langsung saja kita ke tempat kejadian perkara (TKP). Kamis, 10 Mei 2017. Aku mendapat telepon seorang wanita dari sebuah perusahaan koran ternama di kota ku. Sebut saja nama perusahaannya "JXJ".
Dia menyuruh aku untuk datang ke kantor mereka di hari Jumat, 12 Mei 2017 pukul 14.00.

Hari pertama, Jumat, 12 Mei 2017 aku ke perusahaan "JXJ"  Mama ikut menebeng tapi ke sebuah mall. Di kantor hanya ada 5 orang pelamar kerja. Dan aku satu-satunya yang melamar desain grafis (DG). Yang lain, marketing. Untung lah, jadi aku berpeluang besar diterima. Sekitar 2 jam aku disuruh latihan-latihan pakai program Corel Draw, Adobe Photoshop, dan Adobe Indesign. Lalu jam 4 aku disuruh pulang, lanjut besok pagi. Puji Tuhan. Akhirnya dapat juga pekerjaan. Supaya jangan malu pas hari pernikahan Kakakku nanti di bulan 7.

Hari kedua, Sabtu, 13 Mei 2017.
Hari ini pakai celana dasar warna hitam, baju lengan panjang warna merah darah. Bedanya dengan kemarin, kemarin pakai sepatu pansus tapi hari ini cuma pakai sepatu biasa. Ternyata aku salah menduga, aku kira desain graphic sama dengan lay out. Ternyata beda, walaupun sedikit ada kesamaan.

Media massa


Pukul 08.30 aku sudah sampai di kantor, masuk ke ruangan bagian marketing. Lalu aku disuruh coba-coba desain di komputer dengan menggunakan program Photoshop dan Adobe Indesign. Aku diajari oleh senior yang sudah punya istri dan anak, kita sebut saja namanya bang Alim. Pria berkaca mata, bertubuh gempal. Tapi dia ramah mengajarkan aku beberapa ilmu tentang desain grafis. Meskipun sangat sedikit yang dia ajarkan, bisa dikatakan pelit bagi ilmu.
"Kalau di sini (di perusahaan ini), pendidikan tidak lah penting, yang penting mau bekerja," ujar bang Alim.
Aku diam saja mendengarnya. Berarti dengan kata lain dia ingin berkata jika gelar sarjana aku tidak lah begitu penting. Wow. 4 tahun 8 bulan aku menjalani masa perkuliahan, namun dia berkata jika title aku tak begitu penting. Luar biasa. Tapi ya sudah lah. Aku harus sabar.
"Kalau orang di sini bicara, jangan dimasukkan ke hati," ujarnya lagi.
Padahal aku orangnya mudah tersinggung dan pendendam.
"Harus banyak bertanya, karena orang sini mengganggap jika tidak bertanya berarti sudah paham," ujarnya lagi.
Padahal aku orangnya cukup malas bertanya. Kalau tidak penting-penting sekali, ya tidak aku tanya. Aku ingin belajar sendiri (otodidak).

Bang Alim juga pernah berkata jika disain grafis itu bekerja 7 hari dalam seminggu. Tidak ada libur di tanggal merah. Setahun hanya libur 3 hari.

Siang jam 12 siang aku permisi makan siang. Aku pergi ke rumah makan, dan memesan sepiring nasi goreng seharga Rp 18.000. Ternyata mahal juga.
"Besok aku malas mau ke sini lagi, padahal nasinya tidak terlalu enak," gerutu ku.

Dasar jam karet. Tadi kata bang Alim, aku nanti ke kantor lagi jam 2 siang. Sampai pukul 14.30 ruangan kami masih terkunci. Aku tak bisa masuk. Jadinya aku menunggu di depan kantor. Duduk sendirian, karena masih baru. Dasar kurang pergaulan, sombong.

Hari Ketiga, 15 Mei 2017.
Tak Jadi Desain Grafis Tapi bagian iklan, divisi marketing.
"Sulit jika memulai sesuatu dari awal, bagaimana jika ke bagian marketing," ujar pak Kawi, Pimpinan perusahaan (pimprus).
"Baik lah pak," jawabku dengan nada sedih.

Aku dan Onam (marketing baru juga, seangkatan) ikut bang Webro (marketing senior yang merangkap wartawan). Kami ke kantor sebuah badan kesehatan. Ada konferensi pers. Hanya duduk mendengar pemaparan selama satu jam. Lalu kami foto bersama. Pulangnya kami dikasih amplop berisi sejumlah uang. Tepatnya Rp 94 ribu. Rezeki memang tak ke mana.

Lalu kami ke kantin sebuah perusahaan telekomunikasi. Lalu kami ke sebuah dealer mobil buatan negara India. Bang Webro wawancara branch managernya, menanyakan produk yang baru di-launching.

Lali aku dan Onam pulang ke kantor, bang Webro permisi pergi entah kemana. Sesampainya di kantor, absen. Lalu pas kami mau pulang, aku dan Onam mengajak 2 marketing baru juga, cuma aku lupa namanya. Kami makan gorengan dan minum kiopi di warung depan kantor. Aku yang bandari (bayar). Salam perkenalan.

Hari keempat, 16 Mei 2017.
Sudah tiba di kantor pukul 08.40, sudah ada satu temanku. Jam 10 pagi aku dan bang Webro ke sebuah perusahaan taksi lalu jam 12 siang kami ke sebuah hotel dan spa ternama. Dipersilahkan makan siang dulu sama managernya.
"Wah kebetulan sekali, aku pun lagi lapar, maunya setiap hari makan gratis, wkkkk," kata ku dalam hati.

"Kau seharusnya lebih semangat dari yang lain, katanya pernah jadi wartawan," sindir Mr. Zubi (kabag penjualan). Maksudnya aku terlihat lemas tak bergairah lagi. Aku kalah semangat dengan ketiga temanku lainnya.
Sindiran lainnya.
"Mr. Yomi kau bohongi, paling kau cuma di rumah," sindirnya lagi.
Mr. Yomi merupakan atasan ku saat aku jadi wartawan dulu. Mungkin maksudnya dulu aku tidak lah kerja, hanya bermalas-malasan di rumah. Baru awal kerja aku sudah disindir terus, apalagi nanti ke depannya. Ternyata mencari uang itu sulit. Penuh perjuangan dan kesabaran.  Aku kecewa sekali, bahkan kawan sesama training tahu dan berkata jika aku sepertinya akan resign. Mungkin sudah terlihat dari mata dan wajahku.

Hari ke lima, Rabu 17 Mei 2017. Seperti biasa jam 8.30 sampai di kantor. Kami hanya tinggal bertiga, aku, Onam, dan Oda. Hari Senin satu orang tak masuk lagi, kemarin satu lagi tak datang. Lalu siapa selanjutnya? Siang jam 12, aku pulang ke rumah. Tidur. Wkkwkwk. Jam 3 bersama bang Webro ke sebuah klinik kecantikan. Lalu ke kantor, sudah tidak ada lagi kedua temanku. Lalu aku langsung pulang lah.

Sebelum mengakhiri tulisan ini, bredmart mau memposting tulisan tentang perusahaan tempak aku bekerja sebelumnya yang belum sempat aku posting. Daripada dihapus, mending aku posting, meskipun google mungkin menganggapnya sebagai spam, aku tak perduli. Lagi pula Google Adsense tidak pernah mau menerima aku sebagai anggota. Mereka mungkin menganggap blog aku ini sampah, tidak layak untuk dipasang iklan mereka. Sedih ya, mendengarnya. Meskipun itu lah kenyataan, meskipun pahit.

Hal pertama, kalau menurut aku, para senior sepertinya harus dipancing dulu, baru mau kerja optimal (all out). Atasan harus menjanjikan uang atau makan-makan. Baru bagus EOM (end of mounth). Aku tak tahu mengapa bisa begitu. Sudah sejak CH sebelumnya?
Entah lah.

Hal kedua, kalau mereka bucket 31-60 rendah/bagus, tapi move to PA banyak/jelek. Sebaliknya kalau aku, bucket 31-60 tinggi tapi PA rendah. Tapi tetap aku dimaki-maki dan disindir. Pelampiasan kah?

Hal ketiga, collection receipt monitoring (CRM) mereka banyak janji bayar (JB). Apa iya? Sedangkan aku banyak handphone (HP) tidak diangkat. Logikanya, kalau debitur makin sering ditelepon (padahal prosedurnya follow up paling lama 3 hari), maka makin sering tidak (malas) angkat telepon dari field collector (FC). Betul tidak? Aneh bukan?

Hal keempat, mungkin kalian ada yang ingat dengan sosok wanita yang pernah sekali aku ceritakan. Wanita yang suka melirik-lirik ke aku. Apakah dia hanya melirik-lirik ke aku saja? Ataukah memang ke semua pegawai laki-laki?
Entah lah, mungkin aku saja yang kepedean. Padahal di postingan itu, aku berjanji akan memberitahu siapakah sosok wanita itu. Tapi dikarenakan aku sudah keluar (resign), aku tidak jadi mengungkapkannya. Biarkan tetap menjadi misteri.

Ok, lah cukup keempat itu saja yang aku ceritakan.

1 comment:

Dilarang memasang link aktif. Karena pasti akan admin hapus.